PEMUDA YANG MERDEKA
Manusia yang bisa membuat perubahan adalah manusia yang berani melawan arus, kritis terhadap suatu permasalahan, serta punya daya dobrak dalam ide dan gerakan. Nah, manusia itu dikenal dengan PEMUDA.
Sebelum berbicara jauh tentang
pemuda, alangkah jauh lebih baik kita mengetahui apa sih pemuda itu menurut
para ahli dan beberapa rujukan. Oke kita bahas.
K.H. Zainuddin Fananie pernah
menulis arti pemuda dalam bukunya berjudul Pedoman
Pendidikan Modern, arti dari pemuda yaitu anak yang telah berumur empat
belas sampai dua puluh lima tahun. Pengertian dari K.H. Zainuddin Fananie
sesuai dengan definisi PBB. Namun, sedikit berbeda dengan pemerintah Indonesia.
Berdasarkan UU Tentang Kepemudaan, definisi pemuda adalah Warga Negara Indonesia
yang baru memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia
enam belas sampai tiga puluh tahun.
Nah, ada yang menarik, Presiden
Mahasiswa Universitas Gajah Mada tahun 2019 dalam
Buku Kaum Rebahan Beri Perubahan menyampaikan bahwa arti pemuda itu
sederhana saja, jika ditinjau berdasarkan usia, maka pemuda adalah mereka yang
masih dapat melaksanakan aktivitas secara produktif. Namun, yang terpenting,
bukan soal usia berapa seseorang bisa disebut pemuda, melainkan peranan
karakteristiknya.
Dari beberapa pengertian pemuda
yang disampaikan oleh penulis-penulis buku serta UU, sudah ada gambaran
korelasi antara pemuda dengan merdeka. Ya, pemuda harus bisa memerdekakan diri
dalam gerakannya, harus bisa memberikan Impact
kepada sekitarnya, dan harus bisa memilih mana yang baik mana yang buruk.
Emang ada contoh pemuda yang merdeka? Ada
dong, tidak percaya? Oke, kita buka sekilas lembaran sejarah mengenai beberapa
pemuda yang merdeka.
Revolusi industri di Inggris
ditegakkan oleh pemuda yang berpacu dalam teknologi, seperti James Watt,
Alaxender Graham Bell, dll.
Di Jepang, kebangkitannya setelah
luluh lantak dihantam bom atom, tak lepas dari semangat yang dikobarkan oleh
Kaisar Tenno Haika dengan dukungan para pemuda.
Begitu juga dengan revolusi yang
terjadi di Prancis, para pemuda berjiwa nasionalis menggerakkan sebuah gerakan
besar yang akhirnya mampu menggulingkan Raja Louis XVII.
Begitu pun dengan yang terjadi di
tanah air kita. Revolusi kemerdekaan 1945 telah dirintis sejak lama oleh pemuda
melalui berbagai platform organisasi.
Kalau saja saat itu angkatan muda tidak mendorong angkatan tua untuk segera
mengumumkan kemerdekaan Indonesia, mungkin saja 17 Agustus hanya sekadar salah
satu tanggal di kalender kita tanpa peristiwa bersejarah. Tidak hanya itu, saat
Indonesia mengalami krisis demokrasi, pemuda kembali menjadi aktor yang
memantik semangat perjuangan hingga melahirkan reformasi. Bahkan, peranan
pemuda saat masih di zaman nabi pun tak bisa dianggap remeh.
Nabi Ibrahim AS, ketika melawan
Raja Namrud dan menghancurkan berhala. Juga, Nabi Daud AS ketika berperang
melawan Jalut dan berhasil mengalahkannya. Atau, Nabi Yusuf AS yang mampu
melawan godaan perempuan cantik jelita. Ataupun pemuda Kahfi yang begitu kuat
mempertahankan akidahnya meski akhirnya harus mengasingkan diri ke dalam goa.
Para tokoh diatas itu, mampu
melakukan itu semua ketika menjadi PEMUDA. Sebegitu kuatnya peranan pemuda
hingga ungkapan para tokoh ternama kepada para pemuda begitu menyentuh.
Para ulama pernah mengatakan “Inna fi yadi syubban amrol ummah, wa fi
aqdamihim hayatiha” artinya bahwa di tangan pemuda lah nasib suatu bangsa.
Yusuf al-Qardhawi menyampaikan
pesan “jika ingin melihat masa depan suatu bangsa, maka lihat keadaan pemudanya
hari ini”. Pesan itu berarti, jika ingin melihat Indonesia kedepan, coba kita
lihat dari para pemuda yang kita miliki.
Teman-teman, kita selaku pemuda
harus merdeka. Harus jauh dari tindakan apatis hingga pragmatis. Karena, orang
bijak berkata “Syubbanul yaum, rijalul
Ghod” yang berarti pemuda hari ini adalah pemimpin hari esok. Bayangin aja
nih, pemimpin yang memiliki jiwa apatis itu gimana kondisis sebuah kelompok
yang dipimpinnya. Dan bagaimana pemimpin yang memiliki jiwa pragmatis, berapa
banyak kepala anggotanya dijual demi kepentingan dirinya sendiri.
Teman-teman pemuda, disini aku
mau bilang bahwa kita para pemuda adalah peluang terbaik yang dimiliki bangsa
Indonesia untuk bangkit dan menjawab segenap tantangan yang ada di depan. Fisik
yang masih bugar dan pikiran yang masih segar: Kita punya keahlian dalam
kreatifitas dan mimpi tanpa batas. Namun, selayaknya peluang, hal ini perlu
diubah menjadi suatu kekuatan. Dan KITA HARUS MERDEKA
MERDEKA....!!!
Referensi:
Buku Kaum Rebahan Beri Perubahan

Komentar
Posting Komentar