Pola-pola pengalihan isu

(Sumber: Indonesiana)

Suatu permasalahan atau problem merupakan sesuatu yang sulit dilepaskan dari setiap individu dalam kehidupan sehari-hari, ketika sesuatu yang sangat diinginkan individu belum tercapai dan mengalami berbagai rintangan untuk mencapai penyelesaian masalah dengan hasil yang baik.

Begitu juga dengan negara diseluruh dunia, setiap negara sama halnya seperti individu manusia;pasti memiliki permasalahan. Negara mana yang tidak memiliki permasalahan, baik masalah besar atau kecil, negara maju atau berkembang pasti memiliki masalah

Negara yang terkenal dengan super power  yakni Amerika Serikat saja memiliki masalah, China yang terkenal dengan pesatnya perkembangan, juga memiliki masalah. Dan baru-baru ini Sri Lanka babak belur hingga tumpur karena besarnya masalahnya dan presiden Sri Lanka melarikan diri disaat ribuan masa aksi menggruduk Istana Presiden Sri Lanka.

Terus bagaimana dengan Indonesia? Wah, tentunya. Negara kebanggaan kita juga memiliki masalah, hanya saja selalu disembunyikan dari ruang-ruang publik. Kita telaah lagi peramasalahan yang tak kunjung diselesaikan oleh Negara. Mulai dari Kasus Korupsi Harun Masiku, Kasus Korupsi ACT, Krisis Pangan, RKUHP, Kesenjangan Hukum, Pendidikan yang Rendah, dan masih banyak lagi.

Permasalahannya, media mana yang fokus meliput atau membahas permasalahan-permasalahan yang menurut kita cukup besar. Media lebih fokus meliput berita yang viral tapi kurang bermanfaat dan berita yang menjadi permainan oknum-oknum.

Pola-pola itu disebut pola pengalihan isu, ketika RKUHP lagi mencuak Media sibuk Membahas Bonge dan Jeje SCBD dan seketika isu RKUHP sirna, begitu juga dengan Kasus-kasus lainnya hari ini dialihkan dengan kasus Brigadir J, yang sama-sama kita ketahui disetiap berita bahwa kasus ini belum menemukan titik ujung karena beberapa oknum.

Lihatlah, betapa kejamnya dari sistem hingga ruang-ruang publik habis direnggut oleh oknum-oknum. Dan tidak lagi menguntungkan masyarakat. Semestinya, oknum-oknum yang harus bertanggung jawab atas permasalahan ini ikut andil menyelesaikan masalah dan membuat produk yang menyejahterakan masyarakat Indonesia. Tidak dengan cara menenggelamkan permasalahan dan menimbulkan permasalahan yang bisa dibilang permasalahan-permasalahan yang tidak terlalu krusial seperti “Leslar menikah tapi lupa dimana posisi KUA” atau “Ayam yang memasuki pekarangan rumah dituntut 1 tahun penjara” dan “Cucu Presiden Memanggil nama presiden dengan sebutan nama”. Permasalahan seperti itu seharusnya tidak terlalu sering masuk ruang-ruang publik.

Solusinya bagaimana? Kita masyarakat awam yang tidak menau prihal internal kepemerintahan harus sadar bahwa hari ini ruang-ruang publik sudah direnggut oleh oligarki bahkan oligopoli. Berita yang kurang penting untuk seluruh masyarakat hanya bagian pola-pola pengalihan isu untuk menenggelamkan permasalahan besar yang ada di Indonesia, seperti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Belum lagi permasalahan yang mengancam ketertiban masyarakat.

Siapa yang mebuat pola-pola itu? Aku tidak tahu. Tapi, yang terpenting kita harus paham dengan adanya gerakan pengalihan isu dan kita jangan sampai teralihkan serta tetap mengawal isu itu sampai tuntas.

Bagaimana cara mengawalnya? Tidak cukup dengan urun angan tapi juga ikut turun tangan. Dan kita jangan puas menjadi clicktivism. Oke, pembahasan tentang turun tangan dan clicktivism  ini kapan-kapan kita bahas.

See u. #TetapKawal 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKAN ATAU TERMAKAN

PEMUDA YANG MERDEKA