MAKAN ATAU TERMAKAN
Sebelum kita
berdiskusi dan membaca artikel ini izinkan saya selaku tukang tulis memaparkan
sebuah mahfuzot yaitu ““Lihat apa yang disampaikan
namun jangan lihat siapa yang menyampaikan.”
Haaii
Mungkin tulisan
ini sedikit memberi kita pandangan atau memberikan kita unsur negative Ya, itu
semua tergantung cara kita membaca tulisa ini.
RIBKA
TJIPTANING
Pekan ini nama
RIBKA JIPTANING jadi bahan perbincangan, karena dia menolak vaksin ketika Rapat
kerja Komisi IX DPR RI. Hal ini menjadi sorotan bagi yang pro pemerintahan dan
Oposisi.
Tentunya yang
pro pemerintahan gundah gulana karena “PROYEK” mereka diganggu oleh teman
mereka sendiri, untuk yang oposisi juga berhati-hati bias saja ini jebakan
batman haha.
Kenapa begitu?
Oke kita buka sedikit siapa sih ribka tjiptaning. Selain dia anggota Komisi IX DPR RI dari fraksi PDIP, ribka tjiptaning ialah penulis buku “aku bangga jadi anak PKI”
Selain itu pada
tahun 2014-2018 siapa sih ribka tjiptaning ini?
dia adalah tim pemenangan jokowi-jk dan output setelah periode pertama memimpin
apa yang terjadi.
Ditahun 2019
ribka tjiptaning menjadi Anggota DPR RI dari partai PDIP, trackrecord prestasi
kader PDIP terhadap Rakyat Indonesia selama tahun 2019-2020 itu apa? Sungguh banyak
dari menerbitkan RUU KUHP, RUU OMNIBUS LAW yang kini sudah menjadi UU NO.
11/2020 dan korupsi dana bansos bro.
Disini saya
pribadi sangat apresiasi dengan ketegasan beliau mengeluarkan statement. Dan disini
juga saya selaku tukang tulis bukan ingin menjadi provokator atau apalah itu
yang ada difikiran kawankawan budiman.
Saya nulis ini
biar kita itu hati-hati untuk membuat statement dan mengambil sikap. Karena presiden
sudah membuat peraturan yakni PP No. 99 tahun 2020. Dan statement “siapa yang
tidak mau divaksin dipenjara dan dikenakan denda 5juta”.
Untuk itu
hati-hati dalam mengambil sikap dan mengeluarkan statement, mau makan atau
termakan itu urusan kalian selaku pemilik diri.
Terimakasih, atas niat kalian untuk membaca tulisan yang ga seberapa ini. Salam sehat untuk kita semua .

Terimakasih bang pur
BalasHapusteriakasih kembali atas responnya bang
Hapus